Layanan 08.00 - 17.00
+6287709037770

10 penyakit geriatri yang sering ditemui

21 Apr, 2026 | Yulbrin Manurung | No Comments

10 penyakit geriatri yang sering ditemui

 

1. 10 Penyakit Geriatri yang Dibantu dengan Gerakan Fisioterapi (Kinesioterapi)

Gerakan aktif dan pasif bertujuan untuk menjaga elastisitas jaringan dan kekuatan otot agar pasien tetap bisa beraktivitas mandiri.

  • Osteoarthritis (Kapur Sendi): Latihan penguatan otot quadriceps untuk menyangga lutut dan latihan lingkup gerak sendi.
  • Frozen Shoulder: Gerakan Codman Pendulum dan wall climbing jari untuk mengembalikan mobilitas bahu yang kaku.
  • Sarcopenia (Penyusutan Otot): Latihan beban ringan (resistensi) menggunakan resistance band untuk membangun kembali massa otot.
  • Gangguan Keseimbangan (Risk of Fall): Latihan proprioceptive dan tandem walking untuk mencegah risiko jatuh yang fatal pada lansia.
  • Post-Stroke (Hemiparesis): Latihan Neuro-Developmental Treatment (NDT) untuk melatih kembali koordinasi otak dan anggota gerak.
  • Parkinson: Latihan strategi kompensasi gerakan besar (Big and Loud) untuk mengatasi langkah yang pendek dan kaku.
  • Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK): Fisioterapi dada dan latihan pernapasan pursed-lip breathing untuk meningkatkan kapasitas paru.
  • Osteoporosis: Latihan weight-bearing (jalan kaki ringan) untuk merangsang kepadatan tulang tanpa risiko fraktur.
  • Inkontinensia Urin: Latihan otot dasar panggul (Kegel Exercise) untuk memperkuat kontrol kandung kemih.
  • Lower Back Pain (Nyeri Punggung): Latihan stabilisasi inti (core stability) untuk menyangga tulang belakang yang mengalami degenerasi.

2. 10 Penyakit Geriatri yang Dibantu dengan Penekanan Titik Akupresur

Akupresur sangat baik untuk manajemen nyeri kronis dan regulasi sistem saraf otonom pada lansia tanpa efek samping obat.

  • Insomnia (Gangguan Tidur): Penekanan titik Shen Men (pergelangan tangan) untuk menenangkan pikiran.
  • Hipertensi (Darah Tinggi): Titik Taichong (punggung kaki) membantu menurunkan ketegangan pembuluh darah.
  • Konstipasi (Sembelit): Titik Tianshu (sekitar pusar) untuk merangsang peristaltik usus yang melambat.
  • Nyeri Lutut Kronis: Titik Dubi (mata lutut) untuk melancarkan aliran energi dan darah di area sendi.
  • Sakit Kepala Tension: Titik Feng Chi (pangkal tengkorak belakang) untuk merelaksasi otot leher yang kaku.
  • Mual dan Gangguan Pencernaan: Titik Neiguan (lengan bawah interior) sangat efektif untuk menstabilkan lambung.
  • Kecemasan (Anxiety): Titik Yintang (di antara alis) untuk memberikan efek sedasi alami.
  • Vertigo: Penekanan lembut pada titik Baihui (puncak kepala) untuk menyeimbangkan orientasi ruang.
  • Kelelahan Kronis (Fatigue): Titik Zusanli (di bawah lutut) yang dikenal sebagai titik “panjang umur” untuk meningkatkan vitalitas.
  • Nyeri Pinggang: Titik Weizhong (lipatan lutut belakang) untuk melepas ketegangan saraf ischiadicus.

3. 10 Penyakit Geriatri yang Dibantu dengan Alat Fisioterapi (Modalitas)

Penggunaan alat teknologi membantu menjangkau jaringan yang tidak bisa dicapai hanya dengan tangan, terutama untuk peradangan dalam.

  • HNP (Saraf Terjepit): Penggunaan Traction (traksi) untuk meregangkan celah antar ruas tulang belakang.
  • Neuropati Diabetik (Kebas/Kesemutan): TENS (Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation) untuk menstimulasi saraf perifer.
  • Tendinitis (Peradangan Tendon): Ultrasound Therapy untuk memberikan efek mikropijat dan panas dalam guna mempercepat regenerasi jaringan.
  • Edema (Bengkak Kaki): Alat Compression Therapy untuk membantu pompa limfatik mengalirkan cairan kembali ke jantung.
  • Nyeri Reumatik: Infrared Radiation (IR) untuk melancarkan sirkulasi darah dan merelaksasi kolagen kulit sebelum latihan.
  • Atrofi Otot Pasca Operasi: EMS (Electrical Muscle Stimulation) untuk memicu kontraksi otot secara pasif agar tidak menyusut.
  • Cicatricial (Bekas Luka Operasi Kaku): Laser Therapy dosis rendah untuk melunakkan jaringan parut dan mempercepat penyembuhan sel.
  • Trigger Finger: Paraffin Bath (mandi lilin hangat) untuk melenturkan sendi-sendi kecil pada jari tangan.
  • Carpal Tunnel Syndrome: Pemakaian Wrist Splint dikombinasikan dengan Ultrasound untuk mengurangi tekanan pada saraf medianus.
  • Penyembuhan Fraktur yang Lambat: Short Wave Diathermy (SWD) untuk meningkatkan metabolisme tulang di area patahan (dengan pengawasan ketat dokter).

 

Write Reviews

Leave a Comment

Please Post Your Comments & Reviews

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Comments & Reviews